//
you're reading...
Sains dan Teknologi

Belajar dari Kegagalan Edison yang Menginspirasi

Thomas Alfa Edison lahir di Milan, Ohio 11 Februari 1847. Ia hanya mengenyam pendidikan formal selama 3 bulan karena menganggap bahwa ia tidak mampu mengikuti proses belajar sebagaimana anak lain pada umumnya. Lampu Pijar adalah penemuan terbesarnya. Sesuatu yang masih kita rasakan sampai saat ini tentunya. Padalhal dulunya ia sempat dianggap bodoh dan tidak ada lagi sekolah yang mau menerimanya. Karena itulah maka ia diajar langsung oleh Ibunya  yang adalah seorang Guru.

Thomas membaca sebuah buku yang berjudul School of Natural Philosophy karya RG Parker (isinya petunjuk praktis untuk melakukan eksperimen di rumah) dan Dictionary Of Science dan pada akhirnya menginspirasi lahirnya sejumlah penemuan diantaranya Lampu Pijar. Untuk mewujudkan ide yang ada di benaknya, Ibunya membuatkan sebuah laboratorium. Dari situ lahirlah banyak alat dengan jumlah yang dipatenkan sebanyak 1.093 buah.

Tercatat Thomas Alfa Edison saat menemukan Lampu Pijar mengalami kegagalan 9.998 kali dan baru pada percobaan ke 9.999 lampu Pijar ditemukan dan berhasil menyala dengan baik. Bisa dibayangkan betapa tekun ia dalam setiap percobaan yang dilakukannya. Kata Kunci kesuksesan yang sangat membekas sampai saat ini adalah  “SAYA SUKSES, KARENA SAYA TELAH KEHABISAN APA YANG DISEBUT KEGAGALAN”. Wooow…

Saat dia ditanya apakah dia tidak bosan dengan kegagalannya, Thomas Alfa Edison menjawab: “DENGAN KEGAGALAN TERSEBUT, SAYA MALAH MENGETAHUI RIBUAN CARA AGAR LAMPU TIDAK MENYALA”. Sungguh luar biasa, Thomas Alfa Edison memandang kegagalan dari kaca mata yang sangat positif. Kegagalan bukan sebagai kekalahan tapi dipandang dari sisi yang lain dan bermanfaat, yaitu mengetahui cara agar lampu tidak menyala.

Cara pandang positif Thomas Alfa Edison, tidak menyurutkan semangat, bahkan tetap mampu meyakinkan orang lain untuk mendanai “Proyek Gagal” nya yang berulang-ulang. Ini juga satu hal yang luar biasa. Adakah kita mampu menyakinkan orang untuk mendanai riset kita yang telah gagal berulang-ulang? Tentu bukan pekerjaan yang mudah bukan?

Mari kita belajar dari Kegagalan Edison yang Menginspirasi ini.

About tanahkerontang

Berusaha untuk Berpikir Cerdas, Bekerja Keras, Bekerja Tuntas dan Bekerja Ikhlas

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: