//
you're reading...
Umum

Alasan Harga BBM (Semestinya) Tidak Naik

Ada beberapa parameter yang bisa dijadikan rujukan mengapa sehingga argumentasi diatas mesti penulis sampaikan. Tentunya hal tersebut tidak terlepas dari Pro dan Kontra yang menyertainya. Tapi, jelasnya itu lumrah dan tak mesti dihindari. Mari kita kaji bersama.

1. Perekonomian Negara yang membaik

Indikator ekonomi negara membaik didasarkan atas meningkatnya PDB. Rasio hutang pemerintah terhadap PDB menurun. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi hingga mencapai 6,7%. Mestinya hal ini adalah kenyataan yang menggembirakan. Prosentase rakyat miskin kian menurun berdasarkan hitung-hitungan Pemerintah. Makin besarnya APBN dari tahun ke tahun. Porsi Subsidi BBM yang terus menurun, pada APBN 2005 porsinya 18,8% dan sekarang pada APBN 2012 tinggal tersisa 8,7%. Bisa ditarik kesimpulan bahwa kemampuan Pemerintah kian membaik.

2. Pemborosan di Pemerintahan

Program Numerisasi terhadap pegawai yang terus berjalan yang ditandai dengan naiknya Gaji PNS sebagai jawaban terhadap inflasi. Fasilitas dikalangan pejabat dan anggota DPR yang kian bertambah ditandai dengan banyaknya mobil dinas dan kantor-kantor baru. Belanja untuk gaji pegawai dan operasional Aparat Pemerintah yang mencapai 51,4% dari anggaran yang jika dibandingkan dengan subsidi BBM 8,7% amatlah besar. Sudah barang tentu hal ini makin menguatkan argumen tentang tidak perlunya BBM dinaikkan.

3. Kurang efektifnya Pembangunan yang diperparah dengan korupsi yang merajalela

Banyaknya infrastruktur yang dibangun asal-asalan sehingga umur pakainya tidak berlangsung lama. Seperti misalnya Jembatan yang runtuh padahal baru dipakai 10 tahun. Terminal, Pasar  dibangun dan tidak digunakan dikarenakan perubahan Kebijakan yang diakibatkan tidak jelasnya Blue Print Pembangunan. Fasilitas Pendidikan seperti Sekolah-sekolah yang dibangun tanpa didasarkan analisis yang akurat sehingga pada akhirnya berpotensi ditutup karena kekurangan murid. Termasuk pula Pembangunan Sekolah yang tidak berorientasi jangka panjang dan dapat dilihat kenyataannya saat ini dimana banyak sekolah yang hanya diwarnai dengan gedung tanpa dilengkapi sarana belajar (meja dan bangku, peralatan praktikum yang memadai dan sesuai dengan perkembangan jaman). Apalagi sehari-hari kita dicekoki dengan pemberitaan tentang kian maraknya tindak pidana korupsi, sebuah indikasi karut marutnya pengelolaan Pemerintahan. Kenyataan yang menunjukkan ketidak efektifan pemanfaatan Dana APBN yang pada akhirnya terjadilah disefisiensi.

4. Jeleknya Infrastruktur

Pengelolaan jalan yang buruk, kualitas jalan yang rendah dan dibuat asal jadi, transportasi umum yang buruk dan jauh dari rasa nyaman, meningkatnya kepemilikan kendaraan pribadi, kurangnya inovasi tentang bahan bakar alternatif turut memperparah keadaan. Semua bermuara pada pemborosan BBM yang mencapai kisaran 30-50%. Ketidakbecusan pengelolaan infrastruktur juga memberi andil terhadap harga yang mesti ditanggung rakyat kecil.

5. Masyarakat bawah (lebih) merasakan dampak kenaikan BBM

Asumsinya, jika porsi anggaran orang kaya untuk biaya transportasi cuma 10% dari pendapatannya, maka kenaikan BBM sebesar 30% hanya memakan 3% dari pendapatannya. Sebaliknya pada masyarakat bawah terutama yang bermukim di perkotaan, porsi transportasi bisa mencapai 30% dari pendapatanya. Artinya jika BBM naik hingga 30%, maka akan memakan 9% lagi dari pendapatannya. Ini belum termasuk kenaikan harga-harga komiditi yang lain seperti 9 Bahan Pokok, Pendidikan, dan lainnya.

Berdasarkan argumen yang dikemukakan diatas, sudah sepantasnya Pemerintah menunda kenaikan harga BBM sembari melakukan pembenahan terhadap kinerja baik system, pelaku dan regulasinya sehingga ketika BBM (harus) dinaikkan, tidak (terlalu) menimbulkan kegaduhan ditengah-tengah masyarakat.

Sumber: diramu dari berbagai sumber

About tanahkerontang

Berusaha untuk Berpikir Cerdas, Bekerja Keras, Bekerja Tuntas dan Bekerja Ikhlas

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: